Motor Kentjang, Perlukah?

Jujur, aku mulai rodo ilfil…

Melanjutkan postingan ane tentang bebek di sini, ane mau ngeluarin unek unek tentang bebek. Belakangan ini, di berbagai media gencar disebar iklan tentang “seekor” bebek baru keluaran Yamaha. Pasti semua udah pada tau, Jupiter Z1, alias Jupiter injeksi. Dari dunia internet sampai dunia pertelevisian, semua dijejeli ikaln produk baru yang satu ini. Good marketing idea, ngabisin budget banyak buat bikin iklan lebay dengan harapan mampu memancing orang buat mengonsumsi bebek ini…

Di iklan itu jelas jelas tertulis “Dirancang 20% lebih cepat”. Masa?

Bukan bermaksud sirik ataupun menjelekkan produk orang. Justru ane ngasih apresiasi positif buat marketing tactics YMKI selaku yang punya hajat. Tapi, apa bener Jupiter Z1 sedemikian kencengnya? Klo di dynotest mungkin emang kenceng, tapi apa hal serupa bisa terjadi di kondisi pemakaian real yang memiliki banyak variabel penentu? Tentunya ada penurunan minimal sebesar nol koma sekian persen dibanding hasil dynotest.

Apa bener Yamaha identik sama motor kenceng? Soalnya banyak alayers yang menjatuhkan pilihan buat merengek minta motor keluaran Yamaha sama orang tuanya. Mungkin Yamaha menduduki posisi kedua setelah Suzuki (Satria FU) dalam hal penjualan yang menyasar segmen anak muda. Tentunya begitu mbrojol dari dealer langsung menjalani terapi modip modip ban cungkring. Ya, mereka menganut agama kecepatan. *analisa buta dari penulis*

Melek woy!! Ini Indonesia!!

Melek woy!! Ini Indonesia!! Bukan Autobahn.. Jalan di Indonesia gak cocok buat bejek gas dalem dalem, menurut logika paling mentok di 140 kpj, itupun gak setiap waktu. Bisa ndlosor sampeyan..

Moge bisa lari kenceng, why? Karena mereka emang punya mesin sak mbuh dan punya tukang main gamelan di rombongan mereka yang bikin pengendara lain minggir dan ngasih jalan. Ente mau niru moge pake bebek kwek kwek 115cc? Silahkan…

Rasionalnya, di jalan dalam kota kita cukup lari 60 kpj, luar kota 80 kpj. Yah, walaupun ane sendiri kadang ngelebihin sih.. Berarti ane gak rasional 😀
Klo mau ngebut ada tempatnya sendiri kok… Right thing on the right place 🙂

Pertanyaannya, perlukah bebek kencang?

IT’S PROUD TO BE WONOGIREN!

PS: Ini cuma unek unek penulis, gak perlu lapor FPI. Thanks…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s