Filosofi Dibalik Aksara Jawa

Okay, this is my first post about Kejawen. Tarik nafas dulu…

Mungkin ane satu satunya remaja di bumi ini yang tertarik sama dunia Kejawen. Do you know ’bout Kejawen? Menurut ane, Kejawen tuh bukan sekedar aliran kepercayaan atau pandangan hidup, tapi juga menyangkut semua hal yang berbau Jawa, seperti budaya, bahasa, dan thethek bengek liyane.. Ini cuma pendapat pribadi loh 🙂
Gak tau deh gimana awalnya ane tertarik sama dunia Kejawen. Yang jelas, sejak kelas 3 SMP ane udah demen nyari inpo tentang tirakat, laku prihatin dll…

Oke, langsung wae, sekarang ane mau ngebahas tentang filosofi dibalik aksara Jawa. Udah pada tau kan yang namanya aksara Jawa? Itu loh, yang bunyinya Ha Na Ca Ra Ka, Da Ta Sa Wa La, Pa Dha Ja Ya Nya, Ma Ga Ba Tha Nga.

http://id.wikipedia.org/wiki/Aksara_Jawa

Dan ternyata aksara itu menyimpan filosofi yang dalam loh.. Entah emang si pembuatnya sengaja bikin aksara yang ada filosofinya, apa cuma otak atik gathuk, ane angkat tangan, gak tau..

Let’s get started..
Aksara baris pertama itu Ha-Na-Ca-Ra-Ka.
Ha: Hurip atau hidup
Na: Legena atau telanjang
Ca: Cipta atau pemikiran
Ra: Rasa atau perasaan
Ka: Karya atau tindakan

Apa maknanya? Manusia hidup ke dunia dalam keadaan telanjang, tapi sama Gusti Ingkang Murbeng Gesang (Tuhan yang menguasai kehidupan, karena Kejawen dekat sama Islam, Tuhan dalam hal ini adalah Allah SWT.), udah dibekali dengan nasi bungkus otak, hati, sama fisik buat menghasilkan sebuah tindakan.

Baris kedua, Da-Ta-Sa-Wa-La.
Da: Dada, artinya sama aja kayak dada di bahasa Indonesia
Ta: Tata atau baik, bisa juga berarti tertata
Sa: Saka atau tiang
Wa: Weruh atau melihat
La: Lakuning urip atau jalannya hidup

Maknanya dalam hidup ini kita gak bisa cuma mengandalkan logika, kadang juga harus pake hati nurani yang ada di dalam dada. Itu semua biar kita tegak kayak tiang, tertata, dan bisa melihat ke arah yang bener.

Baris ketiga isinya Pa-Dha-Ja-Ya-Nya
Dalam baris ketiga ini tidak diartikan secara huruf per huruf, tapi diartikan secara keseluruhan, yaitu Padha Jayanya. Artinya sama kuat. Kenapa dibilang sama kuat? Manusia tuh sejak dilahirkan udah punya dua sisi sama kuat, yaitu sisi kebaikan sama sisi keburukan. Yah intinya kayak konsep “Good and Evil” gitu deh…

The last, Ma-Ga-Ba-Tha-Nga
Ma: Sukma, artinya roh atau nyawa
Ga: raga atau fisik
Ba-Tha-Nga dirangkai jadi satu kesatuan, jadi Bathang, artinya bangkai.
Maknanya walaupun kita dibekali kesempurnaan cipta, rasa, karsa sama Allah, ujung ujungnya tubuh kita tetep jadi bangkai.

Gimana dalem to maknanya?

IT’S PROUD TO BE WONOGIREN!

Advertisements

One response to “Filosofi Dibalik Aksara Jawa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s