Garangnya Bebekku

Baru pulang, bikin kopi, nyalain rokok, trus apdet postingan.

Hari ini, ane sama temen kelas ane main ke kawasan wisata Dieng. Pada tau kan? Itu loh, tempat berlangsungnya event NNDR. Tapi bukan acara jalan jalannya yang mau ane ceritain, tapi tentang garangnya bebek ane, Supra X 125 PGM-FI brojolan 2006.

Seperti yang panjenengan semua ketahui, motor Honda pada umumnya dan Supra X 125 PGM-FI pada khususnya terkenal irit. Ditetesi bensin bisa mabur sampe kayangan. Bahkan gembar gembornya, produk Honda ada yang bisa 90 km/liter. Edyan to?

Jangan buru buru kemakan rayuan busuk dari ATPM masberoo.. Dengerin fakta berbicara, minimal ini fakta tentang motor ane…

Pagi hari, sebelum ane panasin, ane sempetin foto. Tertera angka 31.308,2 atau kita ambil gampangnya aja 308,2. Kok gak full sih indikatornya? Lha mbuh, wong kadang naik turun antara 5-6 bar gitu kok, nah ane fotonya pas 5 bar. Lagian ane ngisi tuh tangki kemaren malemnya, ya jelas kepake buat jalan dari pom ke rumah. Trus pas pulangnya, di SPBU Krasak, Wonosobo, ane isi full lagi. Sekarang angka di odometer tertera 31.393,4. Kita sederhanakan jadi 393,4.

Nah, sekarang bagian yang rodo berbau matematis nih, jujur ane gak begitu suka 😀

Di SPBU Krasak, ane ngisi bensin sebanyak 1,89 liter buat kembali memenuhi tangki. Jarak tempuh rumah-Dieng-Krasak adalah 85,2 (hasil pengurangan antara 393,4 dan 308,2). Berarti, konsumsi bebek ane 45 km/liter. Ini didapat dari 85,2 dibagi 1,89. Udah deh, kita buletin aja bensinnya jadi 2 liter, berarti bisa jadi bebek ane minum 1 liter bensin tiap jalan 42,6 km.

Pengen tau riding style ane selama di perjalanan tadi? Gini nih, jalan paling pol cuma 60 km/jam , shifting gear 1 di kecepatan 30-40 km/jam , gear 2 di 5o km/jam , dan gigi 3 ane pake di kecepatan 60 km/jam. Trek yang dilalui mendaki rodo medeni (tanjakannya panjang cuy…), Banjarnegara-Dieng via Batur. dipake boncengan dengan bobot normal.

Tentunya masih banyak lagi variabel lainnya yang harus diperhatiin buat ngukur irit apa enggaknya sebuah motor. So, kita harus percaya uji konsumsi dari pabrikan apa uji konsumsi independen?

Oh iya, nih ane kasih rincian pengeluaran ane tadi…

BBM (Premium) – Rp. 8500
Tiket masuk – Rp. 7000 (aslinya 10.000 tapi dikasih diskon 😀 )
Parkir Candi Arjuna sama Kawah Sikidang – Rp. 4000
Mie Ayam yang gak jelas rasanya – Rp. 6000
Air minum – Rp. 6000
Rokok – Rp. 12.000

Let’s spend the money on Dieng! 😀

Advertisements

3 responses to “Garangnya Bebekku

    • wah, irit tuh bro.. tigi ane cuma sekitar 37km/liter doang 😀
      yah semua balik lagi ke pemakaiannya sih.. klo dpake di kota (siklus stop and go) katanya lebih boros bro, beda klo dipake jalan jauh..
      thanks udah mampir 🙂

  1. Pingback: Uji Konsumsi Supra X 125 PGM-FI | tiwulwonogiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s