Tukang Bubur, Oh Shit..

Sinetron Indonesia, selalu saja sama dari generasi ke generasi. Konsisten mempertahankan cerita kesengsaraan dan penindasan, ujung-ujungnya yang miskin jadi kaya, yang kaya entah karena kecelakaan *kebetulan pas kecelakaan jidatnya neken klakson mobil* atau karena sebab apa, jadi miskin, atau minimal lumpuh gitu deh…

Hal yang sama ane temui di sinetron Tukang Bubur Naik Haji. Yah biarpun gak parah parah amat, ane tetep eneg sama yang namanya sinetron.

tukang bubur naik haji
Tukang Bubur Naik Haji The Series adalah versi sinetron dari film Tukang Bubur Naik Haji yang sengaja dibikin panjang, dibikin lebih rumit, dan tentunya dicampuri skenario lebay khas sinetron. Setau ane nih, filmnya (Tukang Bubur Naik Haji) lumayan bagus dan bisa menghadirkan inspirasi. Konon katanya, Haji Sulam yang cuma jualan bubur bisa naik haji gara gara rajin nabung. So inspiring!

Tapi bertolak belakang sama versi sinetronnya. Njuleg ane liatnya. FYI, ane gak suka sama sinetron (terutama yang tayang di Indosiar), tapi berhubung sekeluarga ane suka ya mau gak mau ane harus rela otak ane dijejali materi murahan ala sinetron. Herannya, ratingnya cukup tinggi.

Sinetron kayak gini dipasang di prime time? Bitch please! Bakalan banyak anak Indonesia yang pola pikirnya rusak gara gara keseringan liat tingkah Haji Muhidin (klo gak salah) yang menghalalkan segala cara buat menjatuhkan oposisinya, si Haji Sulam.

Yang bikin ane tambah heran, versi filmnya cuma memfokuskan cerita di tukang bubur yang berhasil naik haji, tapi kenapa sinetronnya dibikin terlalu ndlewer ndlewer ora karuan? Mungkin ini salah satu strategi si produser biar sinetron ini tetep jalan. Soalnya gak mungkin kan bikin sinetron cuma 4-6 episode doang 😀

Okelah mungkin ada fansboy yang nyasar kesini trus nggrundel dalam hati “Ini sinetron kan punya nilai religi juga…” Tulung lah, nilai religinya itu gak sebanding sama nilai pembodohannya. Ane baca sebuah artikel, yang isinya juga ngebahas tentang sinetron Tukang Bubur Naik Haji.

Sekarang kita memasuki wilayah syariat. Mungkin Anda ingat bagaimana ketika Rere dan Robby berada dalam satu ruangan dan meminta seseorang untuk menemani mereka karena berduaan dengan lawan jenis dilarang agama? Lalu bagaimana dengan keadaan ketika Robby membonceng Rere? Bukankah ini saling bertentangan antara satu adegan dengan yang lain? – Sumber: http://www.dufix.net/2012/07/tukang-bubur-naik-haji-series-tidak.html#.UNQYX6x5e11

At last, bukan niat ane buat memojokkan sinetron ini, tapi ane cuma mau menyampaikan pendapat pribadi. Jangan suruh ane bikin sinetron yang lebih bagus, soale ane bukan produser sinetron 😀

Semua baik buruknya sinetron ini tergantung penontonnya. Semoga aja sinetron ini gak sampe merubah pola pikir anak-anak yang gak sengaja nonton gara-gara orang tuanya nonton ini sinetron.

IT’S PROUD TO BE WONOGIREN AND IT’S PROUD TO TURN OFF THE TV WHEN “SINETRON” APPEARS :LOL:

Advertisements

2 responses to “Tukang Bubur, Oh Shit..

  1. ane setuju banget sama ente bro, soalnye yg ane alami ne real alias nyata dampak negatifnye, pacar ane kseringsan nonton ntu sinetron otak nye rada-rada korslet, sikap nye makin aneh ribet, gampang emosi, sulit dimengerti.. pas ane tegor jgn nonton ntu sinetron eh dia marah2 ma ane, sinetronnya bagus ceritanya real tentang kehidupan nyata.. otak pacar ane sdh keCuci kali yee..hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s