Catatan Seorang Pelajar: The Way I Choose

Sebuah jalan yang kupilih…

Sekarang musim apa yaa? Musim duren? Musim rambutan? Salah kabeh! Sekarang lagi musimnya anak anak SMA yang udah podo kaplak alias senior buat nentuin jalan masa depan mereka. Selain itu, sekarang juga lagi ngetrend anak anak SMA lagi pada galau segalaunya mikirin ujian nasional yang tinggal beberapa minggu lagi. Ya Allah Ya Gusti, paringono kawulo padhanging manah…

Oke, sedikit curhat kali ini. Ane mau membagi sedikit kisah tentang jalan ane, jalan yang ane pilih.

otonomi-perguruan-tinggihttp://www.anneahira.com

Alkisah, di sebuah negeri nan indah dikata orang, tersebutlah seorang remaja yang mulai berpikir akan masa depannya. Ane nyadar ane gak mungkin jadi bajing*n selepas ane lulus SMA, maka dari sebab itu, ane mulai berpikir “kemana sih ane bakalan ngelanjutin perjuangan hidup penuh ironi dan nestapa ini?”

Berawal sekitar 2 tahun silam, didasari minat ane terhadap dunia musik, ane pengen masuk jurusan musik. Waktu itu ane masih buta tentang thethek bengek perguruan tinggi, jadi ane belum tau persis jurusan musik apa yang mau ane dalami. Wis lah, pokoke musik gitu aja! Begitu pemikiran cetek ane waktu itu.

Lama lama, ane jadi tua, eh tau, klo jurusan musik di perguruan tinggi yang ane inginkan itu ternyata jurusan kependidikan. Woalah, langsung sirna seketika hasrat pengen mendalami musik. Wong gak pengen jadi guru je, tiap hari dimaki maki sama muridnya doang πŸ˜€

Gimana klo ISI Jogja atau Solo? Waktu itu ane belum tau yang namanya Institut Seni Indonesia dab, sekali lagi, MASIH BUTA!

Kenapa gak Institut Musik Indonesia [IMI] atau Institut Kesenian Jakarta [IKJ]? Wegah lah! Berada di luar zona kekuasaan, alias berada di lain provinsi. Ane sih nyarinya yang daerah Jawa Tengah aja, kan ane anak rumahan πŸ™‚

Oke, next…

Perlahan, keinginan mendalami musik mulai hilang. Sekarang jadi pengen ke Teknik Mesin. Kenapa? Wong pancen ane basicnya doyan otomotip, ya milihnya teknik mesin dong πŸ™‚

Tapi??

Setelah ane liat silabus teknik mesin ane langsung berbusa. Ada Mekanika Fluida, ada Aljabar, Kalkulus, Termodinamika, dll. Dafuq! Ane kan anak science gadungan, mana mungkin bisa hidup klo tiap hari ketemu materi begituan? Matematika aja remidi terus *upss

Menyadari kelemahan itu, ane nyari alternatif lain. Kebetulan waktu itu lagi demen demennya belajar fotografi, tanpa babibu, ane pengen masuk jurusan fotografi ISI pokoknya! Keinginan itu terus berkembang, sampai suatu saat mimpi itu kandas *oh God, why?

Setelah rapat koordinasi *ceileh* bareng keluarga, akhirnya ane batalkan niat mulia itu. Apa sebab? Biayanya gak murah coy.. Coba bayangin, daftar ulang aja pake duit. Belum lagi nyari kos kosan dan abrag abrag lainnya. Dan yang terpenting, sebagai mahasiswa baru jurusan fotografi yang akhirnya gagal pastinya harus punya senjata. DSLR entry level aja sekitar 4 jutaan, ane berasa mau morotin orang tua. For those who punya duit banyak, ini gak akan jadi masalah. Tapi buat ane, biaya jadi salah satu pertimbangan ketika memilih perguruan tinggi.

The last, sekarang ini ane lagi pengen masuk jurusan Agroteknologi UNS. Tentunya gak sembarangan ane milih jurusan ini. Selain dilatarbelakangi minat ane terhadap pertanian, ane juga ngerasa bisa bersaing klo masuk jurusan ini, insyaallah πŸ™‚

Buat SNMPTN nya ane udah milih Agrotek, doain ya semoga ane bisa lolos. Dan panjenengan sedoyo poro rawuh juga bisa sukses di berbagai hal. Aminn πŸ™‚

IT’S PROUD TO BE WONOGIREN!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s