First Ride Impression: Honda CB150 R

Walaupun postingan ini tertanggal 1 April, post ini gak ada sangkut pautnya sama April Mop babar blas! Ujare sampeyan post ini cuma senda gurau belaka? Yo ndak.. Disini ane mau membagikan kisah tentang first impression terhadap CB150 R. Hah? bukannya wis suwe loncingnya? *maksudnya launching
Iya emang udah lama sih, berhubung ane bukan blogger terkenal macam Bro Taufik, Bro Rudi, Bang Stephen dan antek-anteknya, makanya ane gak dapet undangan test ride dari Honda πŸ˜€
Dapet kesempatan test ride yah paling klo ada pinjeman dari temen πŸ˜€

body belakang

Dan beruntunglah seonggok manusia ini, tadi sore ada temen yang bawa CB150 R, doi bawa CB 150 R warna putih-biru dengan plat nopol palsu (plat nopol aslinya belum keluar), aromanya.. Hmm.., aroma motor baru πŸ˜€

Tatapan pertama, ini motor punya body yang sedengan wae, gak kecil, tapi juga gak besar-besar amat. Yang paling menyita perhatian jelas konstruksi sasis berbentuk teralis. Inilah sasis yang kapan hari jadi perbincangan heboh *menurut ane lebay* di internet.

Oke, dobolan tentang tampilan cukup. Sampeyan bisa liat sendiri tampilannya di dealer terdekat πŸ˜€
Langsung saja melompat salto trus duduk di jok ni motor *sebenernya gak salto juga sih*
Seat height ideal khas montor Asia, mungkin cocok dipake orang bertinggi badan 170 cm keatas. Sedangkan ane yang punya tinggi badan minimalis, sekitar 160an cm, masih belum menapak sempurna. Tapi yo masih terkendali lah, jadi ndoro poro rawuh sekalian yang pengen beli ni motor tapi terhalang postur, jangan takut. Tuhan selalu memberikan jalan πŸ˜€
Toh shock depan masih bisa diturunkan sekitar 2 cm.

Sebelum menghidupkan mesin, ane amati dulu speedometernya. Kok rasanya ada yang kurang yaa?

speedometer

Apa yaa? Sempat njanggleng beberapa saat sebelum akhirnya menemukan keganjilan itu. Menurut ane nih, background speedo yang berwarna putih kurang cucok sama tampilan keseluruhan speedo yang carbon-look. Coba klo warnanya hitam *lirik pabrikan sebelah* pasti lebih matching nih.. IMHO loh..

Wis lah, keburu gak sabar nyoba nih motor. Putar kunci ke posisi ON, langsung terdengar “ngiing” khas motor injeksi. Yang bikin senyum tuh suara knalpotnya, lebih mirip suara matik daripada suara motor laki! Tapi gapapa lah, gak mengurangi kejantanan dan vitalitas *eh

Cuma jalan sampe gigi ketiga. Shifting di 7000 rpm, motor serasa agak dijambak ke depan. Menurut ane sih ni motor lebih berorientasi ke penggunaan dalam kota, diliat dari posisi riding yang agak bungkuk sampe karakter mesin yang cukup galak di putaran bawah, cocok buat stop and go.

Berhubung cuma test ride di jalan raya, jadi gak sempet ngerasain gimana anjrutan monoshocknya. Maybe next time πŸ™‚

monoshock

Akhir kata, walaupun belum punya CBR ane tau juga rasanya sasis CBR 250 dan mesin CBR 150 dalam rasa CB150 R πŸ™‚

IT’S PROUD TO BE WONOGIREN!

Advertisements

2 responses to “First Ride Impression: Honda CB150 R

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s