[Harusnya] Sepiring Berdua

Kembali ndobos hal-hal ora mutu sekaligus ora wangun. Ngisi blog sembari menghilangkan kepenatan menjelang UN yang dilaksanakan Senin besok.

Dobosan kali ini terfokus pada bidang kuliner. Meskipun ane bukan Bondan Winarno, apalagi Bondan Prakoso, ane termasuk orang yang cukup perhatian terhadap apa yang masuk ke perut ane 😀

Ceritanya gini, beberapa hari yang lalu ane coba bikin mie ayam sendiri. Mumpung ada sisa mie basah dan beberapa unsur konstitutif dari mie ayam itu sendiri.

Tapi alangkah terkejutnya ane setelah melihat mie ayam itu matang.

mie ayam

Juangkriik..!! Mienya kebanyakan!!

Cukup ilfil memang, melihat mie bikinan sendiri porsinya mirip porsi tukang gali kubur. Ternyata ane salah memprediksi ukuran mie setelah matang nantinya. Mie yang tadinya cuma sekepalan tangan menjelma jadi seonggok mie siap santap yang ane sendiri gak tau apa ane kuat menyantapnya 😀
Mungkin lain kali perlu mempertimbangkan elastisitas dan perubahan massa dari mie basah.

Foto diatas mungkin njangkar aturan fotografi, dimana seharusnya foto makanan itu diambil dari sudut 45 derajat atau tegak lurus dengan makanan. Wis ben lah, wong tujuannya juga buat show how large is it 😀

Akhirnya, dengan setengah terpaksa ane abisin juga tuh mie ayam. Butuh waktu sekitar 25 menit untuk menghabiskannya. Ini karena di tengah waktu makan, ane udah ngerasa kenyang duluan. Mau dibuang, sayang. Ntar di neraka mienya protes 😀
Pokoke mblenger total!

Emang bener, ini mie harusnya sepiring berdua 🙂

IT’S PROUD TO BE WONOGIREN!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s