Just a Historical Badge

Kami, Pramuka Indonesia. Manusia Pancasila.
Satyaku kudharmakan, dharmaku kubaktikan.
Agar jaya Indonesia, Indonesia tanah airku.
Kami jadi pandumu.

Sapa yang masih inget syair lagu diatas? Yaps, itu adalah syair lagu hymne Pramuka. Yang pernah sekolah pasti pernah ngerasain yang namanya Pramuka. Entah itu dukanya karena jijay bajaj sama yang namanya pramuka. Sampe sukanya karena bener-bener suka scouting activities πŸ™‚
Nah, ane kebetulan jadi manusia yang pernah ngerasain indahnya kepramukaan. I don’t have any experience joining scout organization in my school, tapi ada sesuatu yang bikin ane punya pengalaman manis sama pramuka πŸ™‚

Ane gak ikut Dewan Kerja Ambalan di sekolah, that’s because ane dulunya seorang anggota GAPRA alias Gerakan Anti Pramuka. Tapi itu berubah setelah negara api menyerang. Eh, maksudnya berubah setelah someone came into my life.

badge

Someone who cares, someone who patiently persuaded me to come in weekly scouting activities, someone who I love πŸ™‚

Yeah, ane jatuh cintrong sama seorang Dewan Ambalan. Dan itu yang bikin ane mengenal dunia pramuka. Mungkin ini yang namanya keajaiban cinta kali yak? Dari yang gak suka jadi suka, dari yang benci jadi cinta πŸ˜€

Nah, gambar diatas adalah badge Ambalan yang ane dapatkan lewat aktivitas perkemahan 2 hari 1 malam. Nyari badge itu easy easy difficult *maksudnya gampang gampang susah*
Kita ngikutin kegiatan Pengambilan Badge Ambalan, dari siang sampe sore diisi kegiatan kegiatan *yang mungkin bagi sebagian orang kurang menarik* khas kepramukaan. Malamnya kita pentas seni ditemani api unggun trus dilanjutkan jalan jalan malam di kuburan.Β 

Tahun ini ane lulus SMA, atas alasan tertentu badge itu ane thethel utowo dilepas dari seragam pramuka yang selama 3 tahun ini menemani ane doing all my sins on high school. Selama 3 tahun itu pulalah badge itu jadi saksi beberapa kisah manis. Tentang cinta, pramuka, dan persahabatan *ceileeh*

Oke, back to the previous things I’ve talked about.
Jadi anggota GAPRA gak bikin ane sepenuhnya benci sama pramuka. Lambat laun, seiring berjalannya waktu, ketertarikan sama pramuka mulai muncul. Pernah kepikiran buat ikut mendaftar jadi anggota Dewan Ambalan. Tapi, mengingat ane ini tipe orang yang kurang suka keterikatan aturan, jadi ane pilih jalan tengah. Being outsiders.

Ya, jadi outsiders. Bukan outsiders yang ada di Bali itu. Tapi outsiders dari organisasi pramuka di sekolah ane. Walaupun begitu, ane juga beberapa kali tercatat di daftar hadir event-event pramuka di sekolah ane. Mulai dari Penerimaan Tamu Ambalan, Pengambilan Badge Ambalan, Gladian Pimpinan Sangga (Dianpinsa), and many more. Dari yang cuma dateng buat dolan, jadi fotografer dokumentasi, sampe dateng buat perform firechuck bareng temen temen INC Banjarnegara, pernah ane lakukan.

Sampe akhirnya peristiwa peristiwa itu terangkai jadi satu kenangan manis ane bersama pramuka πŸ™‚

Eh, ini post ke-100 ane di WordPress loh πŸ˜€

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s