Rendezvous of Ngapakers

Sudah hampir satu semester ane disini, di kota Solo, chasing my dream for a brighter future *katanya*
Sebagai perantau yang datang jauh-jauh dari kampung nun jauh di Banjarnegara sana, sudah selayaknya ane nyari temen yang sama-sama berasal dari Banjarnegara. Mungkin udah jadi kodrat manusia klo kita tuh selalu nyari temen dengan background yang sama atau minimal mirip. Iya pa ora?

Beruntung di sini ane dipertemukan sama sekawanan makhluk berbudi luhur yang menamakan dirinya Kembara Semar, abbreviation from Keluarga Mahasiswa Banjarnegara Sebelas Maret.

kembara semar

Sebenernya perkumpulan semacam ini bukan satu-satunya. Setau ane, ada beberapa wadah perkumpulan mahasiswa Banjarnegara. Sebut saja Imbara (Ikatan Mahasiswa Banjarnegara, yang ini mungkin yang paling besar dan paling tua), Fosimba (Forum Silaturahmi Mahasiswa Banjarnegara), dan yang khusus mewadahi mahasiswa Banjarnegara yang lagi belajar di UNS, yaitu Kembara Semar.

Perkumpulan-perkumpulan itu tersebar di beberapa kota, antara lain Bogor, Semarang, Njokja, Solo, dan mungkin masih ada lagi di kota lain.

Mengenai Kembara Semar sendiri, sebenernya belum terlalu lama dibentuk. Klo enggak salah, dibentuk tahun 2012, proses persalinannya dibantu seorang mahasiswa jurusan DKV, sebut saja namanya Bunga walaupun sebenernya dia tuh berbatang. Sempet vakum beberapa waktu sampe negara api menyerang, eh sampe maba 2013 masuk. Kebetulan ada beberapa maba 2013 yang berasal dari Banjarnegara, ane sama beberapa temen ane yang lain.

FYI, jumlah mahasiswa Banjarnegara yang kuliah di UNS masih kalah sama mahasiswa Banjarnegara yang kuliah di Semarang ataupun Jogja. Ibarat kata nih, di Semarang sama di Jogja tuh tiap kita jalan 100 meter di area kampus kita bisa ketemu sama kendaraan dengan plat Banjarnegara. Di UNS, mahasiswa Ngapakers sebenernya cukup banyak, tapi didominasi sama anak-anak Cilacap dan Purbalingga.

Keberadaan perkumpulan semacam ini tentunya merupakan sesuatu yang positif menurut ane, karena lewat perkumpulan ini kita bisa sharing banyak hal, entah itu yang berkaitan sama aktivitas kuliah ataupun hal-hal absurd lain yang sebenernya bukan konsumsi publik. Yang ane rasain, rasa kekeluargaan utawane sense of belonging sangat terasa. Mungkin karena sama-sama merasa jadi ‘orang langka’ di tanah perantauan.

Yawes lah, intine inyong ngapak!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s