Selepas Hujan

Orang bilang hujan itu berkah. Tapi buat ane, hujan bukan cuma berkah, tapi juga penyimpan kenangan. Iya, kenangan. Banyak kenangan manis tersimpan di balik tetesan air yang turun. Banyak kerinduan tercipta setelah hujan usai.

Ini musim hujan pertama ane di tanah orang. Walaupun beda tempat, kenangan-kenangan itu tetep aja ada.

hujanhttp://www.caminodesantiago.me/rain-gear-recommendations/

 Banyak kenangan yang terukir, baik itu sama temen, dan juga [mungkin] orang istimewa yang pernah ada di sekitar ane.

Rasanya baru kemarin ane pulang keujanan dari studio malem-malem. Rasanya baru kemarin ane dateng ke sekolah pagi-pagi jam 6 pake jas hujan buat ngikutin jam tambahan. Rasanya baru kemarin kami njoget-njoget, ngibing-ngibing, di depan panggung, ditemani hujan juga tentunya. Rasanya baru kemarin ane ngelewatin malam pergantian tahun ditemenin hujan rintik-rintik sambil gandengan tangan sama…, ah udah deh…

Pinjem sebentar lagunya Utopia..

Rinai hujan basahi aku,
Temani sepi yang mengendap,
Kala aku mengingatmu,
Dan semua saat manis itu.

Ditulis dengan hati yang rodo gemrungsung, disertai rasa bingung mau update apa.

Advertisements

2 responses to “Selepas Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s