Curhat: Pemanis Sudut Ruangan

Segera hentikan membaca postingan ini jika terjadi gejala seperti mual, kesemutan, dan sesak nafas.

Postingan pahit sekedar mengisi insomnia malam ini..

Pahit, benar-benar pahit. Postingan kurang beretika ini terbit akibat belakangan ini ane sering mikirin kondisi SiTi di rumah.

Sekitar 2 minggu yang lalu, ane pulang ke Banjarnegara. Seperti biasa, ritual wajib tiap pulang ke rumah adalah ngecek kondisi SiTi sambil sekali dua kali diajak jalan barang cuma muter kampung atau dibawa ke penjual nasi bungkus di ujung gang. Bukan rahasia lagi, semenjak ane hijrah ke Solo, SiTi di rumah diperlakukan layaknya barang pajangan. Diparkir doang sambil sesekali dilap sama dipanasin. Mungkin perlakuan itulah yang mengantarkan SiTi ke kondisi saat ini, kondisi yang abu-abu, dimana status SiTi sebagai motor terawat mulai dipertanyakan.

Waktu terakhir pulang, kondisi aki SiTi dalam keadaan minim setrum. Lampu utama menyala redup laksana orang kurang darah, semangat juang tak lagi nampak lewat tatap matanya, sinar matahari yang menerpa tubuhnya kian menggerogoti kharismanya, ironis.

Si bapak ogah pake motor ini karena dianggap berat dan lebih memilih setia sama Supra X 110 cc jadul yang menganut teknologi vibrating system alias body getar. Fitur yang ane sebut barusan emang fitur yang mungkin mutlak ada di setiap motor plastik terbitan Honda.

So, jadilah SiTi sebagai pemanis ruangan. Ruang kosong di belakang rumah. Ini kondisi SiTi waktu masih segar bugar.

tiger

Itu waktu ane masih SMA. Terlihat gagah dengan lampu pesek, penampilannya seolah mengatakan “I’m ready to fight!”. Sekarang si bongsor itu kena diabetes -_-

Nah, beberapa hari terakhir ane sempet ada niat buat bawa SiTi ke Solo. Tujuannya tak lain dan tak bukan biar SiTi lebih ‘kepake’ dan kondisinya lebih diperhatikan. Sedangkan SuSi mungkin ane balikin ke rumah, toh paling ntar bapak juga mau make SuSi.

Tapi, kondisi riil di lapangan belum mengijinkan ane buat ngajak SiTi ke Solo, kecuali klo ane nekat. Penjelasannya kaya kiye, parkiran kosan termasuk parkiran yang membutuhkan rider dengan kualifikasi advanced riding skill dengan flying watch ( jam terbang :p ) lumayan tinggi.  Mengingat parkiran kosan ane cukup sempit untuk ditempati sekitar belasan motor. Hal inilah yang bikin ane males bawa SiTi kemari. Pasti susah, kan berat klo suruh geser sana geser sini. Apalagi kondisi sekitar kos ane yang jalannya enggak rata (bukan berlubang, tapi ketinggiannya enggak sama. Antara ketinggian bahu jalan sama jalannya itu ada selisih beberapa centimeter).

Nyontek sedikit kata-kata Soe Hok Gie.
“Yang paling beruntung adalah mereka yang punya badan gede dan motor gede. Kedua adalah yang punya badan kecil dan motor kecil. Yang paling sial adalah mereka yang punya badan kecil tapi motornya gede. Beruntunglah mereka yang punya badan gede dan motor gede” – Soe Hok Gie, dengan pengubahan keseluruhan.

Entahlah sampai kapan kondisi ini akan terus bertahan. Mungkin hanya dengan kenekatan seorang Tigerist mungil semua itu akan berubah.

Advertisements

2 responses to “Curhat: Pemanis Sudut Ruangan

  1. mas beli dudukan plat nomet yg bisa buat dudukan lampu sein bagian depan gitu dimana? biar lampu seinnya bisa di bawah gitu .minta nomer hp nya aja gan .makasih ,penting gam urgent sesama rider haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s