Tukang Bubur, Oh Shit..

Sinetron Indonesia, selalu saja sama dari generasi ke generasi. Konsisten mempertahankan cerita kesengsaraan dan penindasan, ujung-ujungnya yang miskin jadi kaya, yang kaya entah karena kecelakaan *kebetulan pas kecelakaan jidatnya neken klakson mobil* atau karena sebab apa, jadi miskin, atau minimal lumpuh gitu deh…

Hal yang sama ane temui di sinetron Tukang Bubur Naik Haji. Yah biarpun gak parah parah amat, ane tetep eneg sama yang namanya sinetron.

tukang bubur naik haji
Tukang Bubur Naik Haji The Series adalah versi sinetron dari film Tukang Bubur Naik Haji yang sengaja dibikin panjang, dibikin lebih rumit, dan tentunya dicampuri skenario lebay khas sinetron. Setau ane nih, filmnya (Tukang Bubur Naik Haji) lumayan bagus dan bisa menghadirkan inspirasi. Konon katanya, Haji Sulam yang cuma jualan bubur bisa naik haji gara gara rajin nabung. So inspiring!

lanjuut..

Advertisements

Terpuruk, Satu Kata Untuk Seni Indonesia Saat Ini

Ngemut permen, permen lolipop, bunder tur gepeng rasane legi..
Kepengen beken pengen dadi ngetop, karyane laris kok senine mati…

Penggalan lirik diatas adalah penggalan lirik lagu dari Jogja Hip Hip Foundation (JHF) yang berjudul “Jula Juli Lolipop”

Menurut ane pribadi nih yee, yang notabene cuma seorang makhluk sotoy, dunia seni Endonesa tuh sekarang lagi terpuruk. Nah, lagu diatas dirasa paling tepat buat menggambarkan keterpurukan seni Indonesia saat ini.

lanjuut..